Posted on :
Monday, May 20, 2013
[
0
] comments
Label:
berita
,
galeri
,
headline
,
info
,
infosetiabudi
,
karet
,
kewanitaan
Perpustakaan Keliling RKI

pksetiabudi - Ada yang berbeda ketika Launching Pos WK dan RKI dengan Motor Layanan PKS. Buku-buku terisi di rak-rak, dan anak-anak berebut mengambilnya.

Di dalam masjid, ibu-ibu sedang asyik mengikuti seminar Pornografi di Sekitar Anak, anak-anak pun asyik memilih dan membaca buku di teras masjid sambil duduk atau tiduran.

Bidpuan DPC PKS Setiabudi melalui RKI (Rumah Keluarga Indonesia) memang merancangnya seperti itu. Motor layanan disulap menjadi perpustakaan keliling. Seluruh kader pun diajak terlibat dengan mewakafkan dua buku setiap kadernya.
Acara Launching POS WK dan RKI di DPRa Karet pun dihadiri oleh Ketua DPC PKS Setiabudi Ustadz Panca Hariwan, ST yang sempat berpose di depan Motor Layanan yang disulap menjadi Perpustakaan Keliling bersama Ketua DPRa Karet bapak Djoko Permono dan Ketua Lemsos DPC Setiabudi bapak Mustakim.
Posted on :
[
0
] comments
Label:
artikel
,
dpra karet
,
headline
,
info
,
infosetiabudi
,
karet
,
kewanitaan
Pornografi Di Sekitar Anak

pksetiabudi - Banyak orang tua yang salah apabila berbicara seks terhadap anak. Seakan-akan tabu untuk membicarakan seks dihadapan anak. Menutupinya ketika anak bertanya perihal seks.
Berbicara Sex Education, bukan kita mengajari bagaimana berhubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis.Orang pasti akan menganggap tabu jika membicarakan tentang seks, dianggapnya sex education akan mendorong remaja untuk berhubungan seks.
Semua dipaparkan sangat jelas oleh ibu Kadariyah Nurhayat, S.Psi selaku narasumber seminar pornogradi di sekitar anak dalam Launching Pos WK dan RKI di Masjid Asy Syuro yang di adakan oleh DPRa PKS Karet, Ahad 19 Mei 2013.
Ketika ada anak bertanya seks, maka kita sebagai orang tua berusaha mengalihkannya dengan jawaban yang ngawur, asal-asalan dan tidak ilmiah. Padahal, anak kita yang lugu hanya menanyakan identitas dirinya dalama bahasa Inggris. Name, Address, dan Sex. Orang tua sudah kebakaran jenggot.
Solusi untuk orang tua terkait seks terhadap anaknya, disampaikan oleh ibu Kadariyah Nurhayat sebagai berikut:
1. Rangkul Anak Kita
Bahas masalah seks dari mulut kita. Jangan anak mencari seks ditempat yang salah. Jawab pertanyaan anak terkait seks sesuai umurnya. Dan, jangan mengatakan anggota tubuh terkait alat seks dengan nama-nama yang aneh, katakan saja ini alat kemaluan, ke ma lu an, atau yang ilmiah penis, vagina
2. Jangan Berikana Anak HP yang canggih
Untuk anak TK, SD dam SMP jangan diberikan HP yang canggih, karena pornografi ada dalam genggaman mereka. Kalau terlanjur sudah diberi, awasi dengan memperhatikan HP anak kita
3. Jangan Letakkan TV dan VCD player di kamar anak
4. Aurat
Ajarkan sejak dini kepada anak kita terkait aurat. Tidak boleh mandi bersama ketika anak sudah 4 tahun, karena sudah anak memori. Berpakaian yang pantas jika hendak keluar. Jangan mau disentuh alat kelaminnya oleh siapapun.
5. Nasehat
a. Nasehati anak dengan lembut dan kasih sayang, jangan langsung ke pokok permasalahan karena anak merasa di intograsi oleh kita, dan ini membuat mereka tidak nyaman.
b. Nasehati anak untuk tidak berpacaran ketika mereka belum berpacaran
c. Seorang ayah harus dengan tegas mengatakan, jika ada yang mencium, menyentuh anak gadisnya, ayah akan marah sekali kepada orang itu. Maka anak gadisnya, akan mengatakan saya akan cerita sama ayah kalau kamu begini begitu sama saya.
Namun, yang terpenting adalah pembinaan keagamaan sejak dini dari orang tua kepada buah hatinya, karena mereka amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban-Nya kelak.
Posted on :
[
0
] comments
Label:
dpra karet
,
galeri
,
headline
,
info
,
infosetiabudi
,
karet
,
kewanitaan
Launching Pos WK dan RKI

pksetiabudi - "Silaturahmi ini menjadi pegangan hidup yang saling mengingat generasi muda dan tua." Ungkap ibu Hj. Astanih Edi dalam sambutannya sebagai Ketua Majlis Taklim Asy Syuro dalam Launching Pos WK (Wanita Keadilan) dan RKI (Rumah Keluarga Indonesia) DPRa Karet, Ahad 19 Mei 2013.
Beliau mengungkapkan, kalau generasi muda tidak diberi kesempatan oleh generasi tua, maka tidak akan berjalan regenerasi dikemudian hari. Beliau pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bidpuan DPC Setiabudi ibu Mart Siska dan Bidpuan DPD Jakarta Selatan ibu Nuraini yang begitu peduli terhadap keluarga dengan mengumpulkan ibu-ibu RW dan ibu guru PAUD se - kelurahan Karet. "Mohon, silaturahminya jangan cuma sekali. Di rutinkan sebulan sekali?." ujar ibu Hj. Astanih Edi.

Permohonan ibu Hj. Astanih Edi pun di amini oleh ibu Mart Siska selaku Ketua Bidpuan DPC Setiabudi. "Pembinaan Keluarga Indonesia tidak cukup hanya sekali, karena tidak berdampak sama sekali." Tuturnya. Beliau pun menambahkan dengan penantian sekian lama untuk mempunyai keturunan, namun akhirnya diberi juga amanah itu. Dan amanah itu akan semakin bermakna ketika anak kita terbina dengan baik di lingkungan keluarga.
Ketua Bidpuan DPD Jakarta Selatan, Ibu Nuraini pun mengingatkan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya, ku anfusakum wa ahlikum naaro. Jangan cuma sibuk di luar saja, sementara anak tidak diperhatikan, padahal Allah sudah mengingatkan keluarga dahulu yang dibina, baru kita sibuk di luar.
Untuk menambah wawasan dan tanggung jawab moral dalam membina keluarga khususnya anak, terutama mengenai sex education, acara pun dilanjutkan dengan seminar pornografi disekitar anak oleh ibu Kadariyah Nurhayat, S.Psi.