Latest News


More

Posted on : Wednesday, May 22, 2013 [ 0 ] comments Label: ,

"TEMPO, Apa yang Kau Cari?"

by : admin



Teganya TEMPO mencari makan dengan memfitnah orang... apa sanggup kalian makan bangkai?

Tadi pagi karena TEMPO masuk meja kerja saya, saya baca sekilas... isinya fitnah hampir semua.

TEMPO nampaknya mendapat bocoran lanjutan hari ini... dari mana? Darimana lagi...?

TEMPO berusaha memfitnah PKS dengan cara yg sangat kasar... sangat tdk enak dan tidak perlu.

Kami akan tahan dengan fitnah kalian.. tapi kalian tak akan tahan dengan perasaan berdosa.

Tak perlu kita bicara agama, karena dosa kalian pada etika jurnalisme pun pasti membuat kalian tersisih.

Dalam agama, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan dan kalian membunuh dengan cara yg sadis.

Sadisme jurnalisme TEMPO memprihatinkan.. saya yakin gunawan muhammad yg mem-blokir saya mulai tua dan sentimentil.

Kita tak bisa lagi berdiskusi secara intelek sebab hak untuk didengar telah ia matikan.

Orang2 ini memang sinis sekaligus cemburu pada kami yang memakai sarung karena partai kami lebih eksis dari mereka.

Mulailah mereka berkampanye agar kami ditinggal dan agar kami dinista... tapi media beginian tinggal menghitung hari.

TEMPO mengirim anak2 muda yang mengaku kaderku sekedar untuk mendapat konfirmasi.. ini mereka sebut hak jawab.

Aku bilang, bagaimana mengkonfirmasi plot yang sudah ditulis tuntas? Dan ia pergi..

TEMPO memang korban industri media yg dibuka. Dulu dia menikmati eksklusifitas ijin yg terbatas.

Sekarang TEMPO hampir kalah. Industri ini saling mematikan.. ada social media lagi.

TEMPO terpaksa menjadi majalah dan koran Gossip... sensasi lebih penting dari substansi.

Jurnalismenya minim sastra kejujuran. Menghasut bagian dari pilihan dan berdusta hanya jadi bagian dari.. salah kutip rutin.

Seperti kita menitipkan Demokrasi pada partai politik... kita juga menitipkannya pada media.

Seperti kita ingin parpol berbenah kita juga berharap media berbenah... media adalah kekuatan penting dlm demokrasi.

TEMPO harusnya jadi contoh karena sejarahnya yg panjang... tapi sudah melenceng.

Saya tahu orang2 TEMPO gak akan baca tulisan saya karena mereka mem-block saya.

Semoga ada yang bisa menyampaikan... terutama ke mas gun... yang dulu saya kagumi.



by @Fahrihamzah
Posted on : Tuesday, May 7, 2013 [ 0 ] comments Label: ,

"Jejak Ahmad Fathanah, siapa sih dia (Bag. I)"

by : admin



Ok teman tuips…kita bahas ttg misteri Ahmad Fathanah saja terlebih dahulu ya …
Eng ing eeng…kita bahas Misteri Ahmad Fathanah ini. Dirinya jadi pusat & play maker dlm sejumlah kasus korupsi Elit PKS

Dimulai dari “tertangkap tangannya” AF ini dlm OTT KPK di Hotel Le Meridien Jakarta. Banyak keanehan2 mencuat pada kasus tsb

Kami sdh pernah bahas banyak keanehan kasus yg lalu menyebabkan Presiden PKS LHI ditangkap dan ditahan KPK. Silahkan cek kultwit kami lg

Atau jika anda mau dapat perspektif lain ..silahkan baca ini >> Keanehan Dalam Pemberian Suap AF-LHI http://t.co/N7rEMMevDg

Kami selalu coba lihat kasus LHI & elit PKS ini secara objektif dan out of the box. Ada bbrp alasan kami bersikap demikian

Pertama : munculnya sosok AF di tengah2 pusaran kasus korupsi elit PKS ini SANGAT PANTAS dicurigai, diselidiki dan dibongkar tuntas

Ahmad Fathanah ini sebelumnya pernah juga hampir berhasil menyeret LHI ke penjara terkait dgn proyek kerjasama mrka dgn Telkomsel

Untungnya, kasus tsb berhasil dipetieskan di Polda Metro shgga LHI dan HNW (saat itu ketua MPR) yg mau diseret2 keterlibatanya, selamat

Setelah 3 thn senyap. Tiba2 nama AF ini muncul lagi. Dlm kasus suap impor daging yg akibatkan LHI ditahan dan PKS gonjang-ganjing

Kecurigaan bhw AF adlh “agen” yg ditanam di lingkungan PKS semakin merebak krna modus, record, motif & konstelasi politik RI saat ini

Modus : AF selalu hadir/ada dlm setiap pusaran kasus korupsi PKS yg terungkap. Perannya : sbg pengumpan agar elit PKS terjerat

Modus berikutnya : setiap kasus terkait AF selalu “dibumbui” dgn cerita2/kisah keterlibatan wanita yg dikesankan sbg PSK, piaraan dsj

Dengan modus ini AF atau mastermind-nya yg menjadi “majikan” AF berharap “kerusakan/kehancuran” atau daya rusak thdp PKS mnjd maksimal

Bobot daya rusak ini ditambah lagi dgn “invisible hand” yg mengendalikan sejumlah media utk terus2an bangun opini negatif thdp PKS

Apa motifnya ? Ada 2 motif disini. Motif AF dan motif Majikan AF. Motif AF mudah dibaca dgn pelajari track recordnya

AF atau dulu dikenal dgn nama Ahmad Olong pernah ditangkap krna tuduhan menyelundupkan 353 WNA mayoritas Irak ke Australia

AF alias AO ini ditangkap di Thailand dan diekstradisi ke Australia dan kemudian menghadapi ancaman hukuman 20 thn atau seumur hidup

Namun, sedikit org yg tahu apa yg sebenarnya terjadi pada diri AF / OA saat dan pasca dijatuhi hukuman oleh pengadilan Australia itu

Kita tdk tahu knp AF/OA yg hrsnya jalani vonis 20 thn di penjara australia, tiba2 muncul di Indonesia, seolah2 tanpa ada masalah apapun

Dalam dunia politik, sangatlah biasa/umum jika tiba2 saja seorg tahanan di lepas meski masa hukumannya masih sangat lama

Pembebasan tsb tanpa mekanisme grasi, amnesti atau abolisi. Melainkan melalui “deal2 khusus” yg disepakati Napi itu & pihak “tertentu”

Hampir dapat dipastikan AF keluar dari Penjara Australia karena adanya “deal khusus” ini. Siapa pihak tertentu yg “bebaskan” AF ?

Analisa siapa pihak tertentu tsb nanti kita bahas. Kita analisa saja dulu misi dan “user” AF saat ini. Mudah dibaca & dicermati

Dari modus dan track record AF, lalu dikaitkan dgn konstelasi politik RI saat ini, kita dapat tebak pihak mana yg “diuntungkan” oleh AF

Misi AF sangat jelas : MENGHANCURKAN PKS melalui isu korupsi, amoral (wanita2 tak jelas itu sbg senjata) dan pembentukan persepsi publik

Siapa yg paling diuntungkan dgn semua “prahara” yg disebabkan AF ? 1) Istana & PD 2) pihak2 yg terlibat korupsi Century 3) partai2 lain

SBY & RING 1nya sdh lama sangat kesal dgn PKS. Meski PKS adalah mitra koalisi, tapi PKS tetap kritis thdp SBY & kasus2 korupsi istana

PKS tercatat sbg inisiator pembongkaran korupsi century & rencana pansus Mafia Pajak yg nyaris menjatuhkan kekuasaan SBY & Budiono

Kemarahan SBY and his gank thdp PKS sebenarnya sdh diubun2. Tdk tertahankan. PKS selalu jadi ancaman bagi SBY-Budiono -PD - sekutu2nya

Namun, bukan SBY namanya jika tdk tahu cara menjatuhkan atau menghancurkan PKS secara elegan. Beliau ahli strategi. Jenius dlm siasat

Meski PKS sdh menjelma jadi anak nakal di mata SBY, “hukuman” thdp PKS yg kelihatan di mata publik selalu “terarah & terukur”

Meski nyaris kalah dlm voting usulan Pansus Mafia Pajak, SBY hny menghukum ringan PKS dgn mencopot 1 menteri PKS saja. Kamuflase

Disisi lain, SBY diam2 bangun “deal2 khusus” dgn Gerindra yg sdh berkhianat di voting Pansus Mafia Pajak DPR dgn menyebrang ke kubu SBY

Banyak pihak yg heran ketika SBY “tidak berikan kompensasi” apapun atas jasa pengkhianatan Gerindra pada voting Pansus Mafia Pajak tsb

Bagi kami hal itu hny memperjelas posisi Gerindra sbg “partai oposisi seolah2” yg pny ruang gerak yg bebas menyelusup ke “musuh2 SBY”

Kembali ke AF. Ketika PKS lengah thdp ancaman yg mengintai, disanalah AF sbg “NOC” alias “agen tidur” dibangunkan utk misi khusus

Mari kita lihat rangkaian skenario yg dijalankan. LHI dijemput paksa saat SBY “kebetulan” berada di pesawat iro otw ke Timur Tengah

Sangat kentara/vulgar/kasat mata, upaya penjemputan paksa dan penahanan LHI itu oleh KPK. HARUS MALAM ITU JUGA. Pdhl LHI tdk kena OTT

Kenapa treatment atau perlakuan KPK thdp LHI itu berbeda dgn TSK2 korupsi lain yg tdk terkena OTT ? Knpa harus ditahan malam itu juga?

Kami dulu sdh pernah membahas tuntas motif dan tujuan KPK tsb. Intinya : agar PKS tidak bisa tekan / lobi SBY utk selamatkan LHI !!

SBY punya alibi. Dia sdg di pesawat. Tak bisa terima telpon dari Ketua DS PKS yg selama ini hotline dgn SBY.

Ketika LHI sdh TSK dan sdh meringkuk di tahanan KPK, meski ditekan habis oleh Ustd Hilmi, SBY bisa mengelak dgn katakan : TDK BISA LAGI

Keanehan berikutnya adalah : OTT KPK pada AF TIDAK DIKETAHUI oleh Abraham Samad selaku ketua KPK. Ini operasi BW sendiri. Why ? Kok?

SBY dan BW punya “kepentingan atau benang merah” yg sama jika dihadapkan dgn isu korupsi Century. Mereka berdua TDK MAU kasus ini TUNTAS

Disisi lain, pimpinan KPK yg paling ngotot mau tuntaskan kasus korupsi Century via jalur hukum adalah Abraham Samad

Plus, Samad dikenal dekat dgn PKS via senior dan mentornya yg tokoh PKS : Tamsil Linrung. ketua KPK ini jg sebelumnya dikenal “Pro PKS”

Untuk memastikan operasi penghancuran PKS (dan juga partai2 lain) via tangan KPK, Samad harus dilumpuhkan secara total. Dia penghalang

Entah krna “kebodohan” atau jebakan2 yg dibuat khusus utk Samad memang sangat canggih. Samad pun akhirnya tumbang. Skrg jd “ayam sayur”

Bagi SBY dan PD, tidak ada jalan lain utk selamatkan PD dan masa depannya kecuali dgn menghancurkan partai2 lain sehancur2nya, via KPK

Perntanyaannya ? Dari mana atau siapa yg mengoper AF yg “asset” pihak/negara tertentu tsb agar bisa dimanfaatkan istana?

Kisah AF ini msh panjang. Targetnya hancurkan PKS jg blm maksimal. Nanti kita buka, sejelas2nya. Skrg sdh mau magrib, sekian. MERDEKA !


By @TrioMacan2000


Sumber : http://chirpstory.com/li/75504
Posted on : Saturday, May 4, 2013 [ 0 ] comments Label: ,

"Akrobat Pimpinan KPK. Mau Sampai Kapan?!" | by @Fahrihamzah

by : admin



1. Akrobat pimpinan KPK tdk akan berhenti kecuali pada kasus yg kita lupakan.

2. Permainan pimpinan KPK sdh terbukti dan tidak terasa. Ada interest pribadi, dendam, dll. Bukan hukum murni.

3. Sebagai contoh: http://www.pkspiyungan.org/2013/05/sengkuni-kpk-kritik-terhadap-pks-busyro.html?m=1 …

4. Saya mau bandingkan hambalang dengan kasus import sapi.

5. Menarik dikaji karena KPK sekarang masuk ke kasus "ayu azhari" dan TPPU.

6. Maksud KPK memang tdk bisa dipisah dari kegeraman BM. BM secara terbuka menyerang PKS. silahkan google.

7. Kasus ini akan dibikin panjang dan digoreng lebih panjang dari hambalang. Ada unsur pengalihan juga.

8. Kita jangan lupa bahwa kasus hambalang ini sdh proven dalam audit BPK dan panja hambalang DPR RI.

9. Modus kasus ini yg bepusat pada figur nazaruddin yg adalah bendum partai + anggota DPR sdh terbukti dan dieksekusi.

10. Dalam kasus import sapi, figur intinya adalah ahmad fatanah yg dalam BAP-nya mengaku sebagai makelar alias calo.

11. Dalam kasus ahmad fatanah yg bersangkutan memang aktif melakukan "jual nama" LHI dan PKS.

12. Dalam kasus hambalang, nama partai demokrat melekat pada diri nazar dan dia juga melekatkan nama SBY pada dirinya.

13. Dan dalam kasus hambalang ada pengakuan terbuka dari nazar, pengurus partai, kurir dan sopir bahwa uang itu masuk partai.

14. Sementara itu, KPK tidak pernah mengusut TPPU dari para terpidana hambalang yg sdh inkrach itu.

15. Nazar tidak saja tidak diusut TPPU hartanya tapi juga tidak disentuh pemegang pundi2nya.

16. Apalagi mau periksa "ayu azhari", sekjen partai, ketua2 Partai, aset angie, andi, dll dr pihak demokrat.

17. Kasus ini hambalang hanya akan berhenti di anas sebagai hasil kompromi dalam KPK dgn penguasa. Dan tak ada TPPU.

18. Adapun kepada PKS, dendam belum berbalas. Dan terlalu banyak yg berkepentingan partai ini bubar terutama BM.

19. Keganjilan "penggorengan" teehadap kasus PKS ini akan jalan terus..kasus2 lain ditutup.

20. KPK bukanlah pemberantas korupsi apalagi yg sistemik. KPK adalah mesin citra dan balas dendam.

21. Hari ini orang belum percaya dgn apa yg saya katakan karena 85.000-an kasus yg ada di KPK siap diledakkan satu2.

22. Setiap ledakan baru akan melahirkan tepuk tangan baru dan kita lupa bahwa kita tambah rapuh.

23. IPK (Indeks Persepsi Korupsi) saja yg merupakan indikator sukses KPK terpuruk diikuti oleh kinerja ekonomi dan investasi global kita jatuh. (baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot)

24. Sementara itu, KPK terus bisa menyembunyikan boroknya di balik PR asing yg bekerja untuknya.

25. Orang2 suci semacam AS, BM dan BW di KPK perlu sadar diri. Seperti eyang subur. Ada batas kezaliman. Wallahu'alam.