Latest News


More

by : admin
PKSETIABUDI - Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Al Mansyur Hidayatullah melakukan Vaksin Kedua pada hari Ahad, 15 Agustus 2021 setelah melakukan Vaksin Pertama tanggal 16 Juli 2021.

Vaksin Keduanya Al Mansyur Hidayatullah dilakukan di Pos RW 005 Kelurahan Pasar Manggis tepat dibelakang Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansyur Hidayatullah diukur tekanan darahnya (tensinya) terlebih dahulu sebelum divaksin. Setelah tekanan darah dinyatakan aman atau normal, tim dokter melanjutkan untuk menyuntikan vaksin.

Saat melakukan Vaksin, Al Mansyur Hidayatullah didampingi Ketua RT 004 RW 005 Alan Hardiansyah. Yang juga dihadiri oleh Ketua RW 005 Pardjilah Usman Dadu dan Lurah Pasar Manggis Hj. Purwati, S.AP

Al Mansyur Hidayatullah mengatakan bahwa program vaksinasi merupakan wujud ikhtiar manusia guna menghadapi pandemi Covid-19. “Vaksinasi salah satu ikhtiar kita menjaga diri, menjaga orang-orang yang terdekat yang kita sayangi, dan juga menjaga negeri,” tambah Al Mansyur. (0m@n)
by : admin
PKSETIABUDI Ahad, 20 Juni 2021 DPC PKS Setiabudi menyelenggarakan Rakercab di Yello Hotel dengan dihadiri oleh seluruh Ketua Bidang dan Ketua DPRa se DPC Setiabudi serta dihadiri Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Ustadz H. Al Mansyur Hidayatullah, Lc Bendahara DPD PKS Jakarta Selatan H. Panca Hariwan, MT dan Adhi Susanto, S.Kom staf Dewan Etik Daerah (DED) DPD PKS Jakarta Selatan.

Ketua DPC PKS Setiabudi Edi Junaidi dalam sambutannya menegaskan, "Organisasi tidak baik yang terkoordinasi akan mampu mengalahkan oleh organisasi baik yang tidak terkoordinasi."

Edi Junaidi pun mengutip perkataan seorang sahabat Nabi, "Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.” (Ali bin Abu Thalib r.a.)

"Solid dan saling bersinergi antar bidang dengan tidak tumpang tindih program apalagi ada bidang yang seakan masuk dalam bidang lain dan seakan mendominasi bidang lain" ungkap Ketua DPC PKS Setiabudi sambil mengutip ayat 105 surat Al Baqarah.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu."
by : admin
PKSETIABUDI - Ahad, 20 Juni 2021 DPC PKS Setiabudi menyelenggarakan Rakercab di Yello Hotel dengan dihadiri oleh seluruh Ketua Bidang dan Ketua DPRa se DPC Setiabudi serta dihadiri Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Ustadz H. Al Mansyur Hidayatullah, Lc Bendahara DPD PKS Jakarta Selatan H. Panca Hariwan, MT dan Adhi Susanto, S.Kom staf Dewan Etik Daerah (DED) DPD PKS Jakarta Selatan.

Ustadz H. Al Mansyur Hidayatullah, Lc dalam sambutannya yang sekaligus membuka Rakercab PKS Setiabudi memberikan arahan dengan mengatakan, "Agar program kita tidak sia-sia, maka buatlah program-program ini yang menjadikan anggota PKS menjadi generasi yang beriman dan beramal shaleh. Program-program yang berwawasan pancasila dan UUD 45 agar anggota PKS mempunyai wawasan kebangsaan dan semangat kenegaraan. Dan, buatlah program-program itu berdasarkan nilai-nilai partai, karakter partai agar melahirkan anggota partai yang militan."

"Buatlah program yang bersinergi dan berkolaborasi antar bidang, jangan satu bidang paling menonjol diantara bidang yang lain. Apalagi nantinya lebih banyak program turunan. Jangan bikin susah DPRa dengan banyaknya program yang mesti dijalankan." tandasnya.

"Buang stigma buruk bahwa politik itu kotor. Stigma yang mengatakan PKS partai religius, PKS partai nasionalis. PKS berpolitik untuk semua golongan, untuk semua agama. Ketua DPD PKS di Papua dan juga anggota DPRD beragama Non Islam, ini bukti PKS bekerja untuk memajukan bangsa Indonesia, Allahu Akbar... Merdeka..." pungkasnya. (0m@n)
by : admin
PKSETIABUDI - Ahad, 20 Juni 2021 DPC PKS Setiabudi menyelenggarakan Rakercab di Yello Hotel dengan dihadiri oleh seluruh Ketua Bidang dan Ketua DPRa se DPC Setiabudi.

Sebelum Rakercab PKS Setiabudi dimulai, protokol kesehatan diterapkan, pemakaian masker, cuci tangan dengan hand sanitizer, menjaga jarak hingga seluruh peserta yang akan memasuki ruangan harus mengikuti proses rapid antigen.

Selain Ketua Bidang dan Ketua DPRa, Rakercab PKS Setiabudi juga dihadiri Ustadz H. Al Mansyur Hidayatullah, Lc selaku Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, H. Panca Hariwan Bendahara DPD PKS Jakarta Selatan dan Adhi Susanto, S.Kom staf Dewan Etik Daerah (DED) DPD PKS Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Jakarta Selatan H. Al Mansyur Hidayatullah, Lc menegaskan "Agar program kita berhasil bukan semata di atas kertas, jadilah anggota PKS yang terdepan melayani rakyat, itulah keberhasilan yang sesungguhnya, keberhasilan yang bersinergi dengan rakyat, dengan masyarakat." (0m@n)
by : admin
pksetiabudi - Ketua FKMT (Forum Komunikasi Majlis Taklim) Setiabudi Ustadzah Dra. Hj. Titin Royidah meskipun tidak hadir dalam acara Halal bi halal Forsitma Setiabudi Sabtu, 5 Juni 2021. Namun tetap dapat memberikan sambutannya yang sempat direkam oleh BKPP Setiabudi dan ditayangkan saat Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, ustadzah Dra. Hj. Titin Royidah mengajak para ustadzah yang tergabung dalam Forsitma dan seluruh Majlis Taklim di Setiabudi, mari sama-sama meningkatkan kepedulian kita dengan membuka mata dan hati dengan melihat saudara-saudara kita di Palestina.

Beliaupun secara lirih berkata, "Mereka terdzolimi oleh Israel, khususnya wanita dan anak-anaknya. Kita dituntut Allah SWT untuk membuka kepedulian kita kepada mereka."

"Caranya sama-sama membantu dengan tangan kita, harta seberapa pun yang kita punya. Insya Allah itu akan menjadi harta yang bermanfaat. Dan kita bantu dengan do'a. Kita do'a kan agar Palestina diberikan pertolongan Allah SWT, diberikan kemerdekaan sepenuhnya dan mereka semuanya terlepas dari penindasan orang-orang Israel." ucapnya dengan lirih.

Bahkan ustadzah Dra. Hj. Titin Royidah menegaskan, "Untuk itu kita teringat pesan Allah dalam Al Qur'an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad : 7)."
by : admin
pksetiabudi - Sabtu, 5 Juni 2021, diselenggara acara Halal Bi Halal ustadzah Forsitma DPC Setiabudi secara virtual melalui Zoom Meeting di hadiri oleh 28 ustadzah dan pengurus BPKK DPC serta BPKK DPRa se - Setiabudi.

Bertindak sebagai pembicara Ustadzah Nurjanah Hulwani, S.Ag yang berbicara, "Kita muslim dan Muslimah Indonesia harus Merajut Tali Silaturahim dan Ukhuwah Islamiyah bersama Palestina" paparnya.

Acara ini pun dihadiri oleh Anggota Legislatif DPR RI Komisi IX DR. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si dan Anggota Legislatif Komisi C DPRD Drs. Khoiruddin, M.Si. (Ade)

by : admin

PKSETIABUDI - Sabtu, 23 April 2021 Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) dan Bidang Tani dan Nelayan (Bitanel) DPC PKS Setiabudi mengadakan Launching Gerakan Cinta Menanam di Kantor DPC PKS Setiabudi yang menandakan dimulainya Komunitas Penggiat Menanam di Setiabudi.

Ketua DPC PKS Setiabudi Bapak Edi Junaedi meresmikan Gerakan Cinta Menanam dengan memberikan bibit tanaman cabai dan jahe kepada Fathan Aulia Rahman selaku Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPC PKS Setiabudi serta seluruh Ketua DPRa PKS se - Setiabudi yang kemudian bibit itu diletakan didalam pot plastik sambil menambahkan tanah yang kurang dalam pot. Meskipun kurang lahan untuk menanam, cukup letakan pot di atas beton atau lahan yang sudah disemen, tanaman akan tetap tumbuh

Gerakan Cinta Menanam DPC PKS Setiabudi dihadiri pula oleh Kelompok Kerja (Pokja) III PKK Kecamatan Setiabudi ibu Marhaeni dan Ketua Pokja III PKK Kelurahan Menteng Atas ibu Nurhayati. Pokja III PKK mengupayakan program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga sesuai dengan UU No. 7 Tahun 1996.

Ibu Siti Rahma selaku Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPC PKS Setiabudi pun memmberikan bibit tanaman jahe dan cabai yang ada didalam plastik polybag hitam kepada ibu Marhaeni dan ibu Nurhayati selaku Ketua Pokja III PKK Kecamatan Setiabudi dan Kelurahan Menteng Atas. (0m@n)

by : admin

PKSETIABUDI - Untuk kesekian kalinya, Jum'at, 23 April 2021 BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPRa Karet Kuningan mengadakan Jum'at Berkah di RW 002 dan 007 Kelurahan Karet Kuningan.

Antusias warga menyambut BPKK DPRa PKS Karet Kuningan saat mereka bergerak sejak pukul 16.30 menyusuri jalan dan gang di RW 002 dan RW 007 memberikan bingkisan untuk berbuka puasa. Meskipun bingkisan itu tidak seberapa, namun terpancar kebahagian warga saat para Anggota PKS yang lebih banyak perempuannya menyambangi dan bersilaturahmi meskipun belum ada agenda politik saat ini.(Ridwan)

by : admin

PKSETIABUDI - Jum'at, 23 April 2021 BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPRa PKS Menteng Atas mulai menebarkan Jum'at Berkah berupa bubur kacang ijo dan telur di RT 003, 004, dan 006 RW 014 Kelurahan Menteng Atas.


Bu Aris, Khonsa, Wafi, Sulaiman dan Hasna yang merupakan ibu-ibu anggota PKS mulai menyisir mulai dari gang kecil hingga jalan besar. 


Tanpa kenal lelah dengan senyum ceria, mereka berjalan sambil sesekali membentangkan spanduk bergambar Drs. H. Khoirudin, M.Si yang merupakan Ketua DPW PKS DKI Jakarta yang sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta. 

Tidak kurang 50 rumah warga mereka sambangi dengan tulus memberi membuat senyum dihati warga yang senantiasa menanti kehadiran ibu-ibu bidadari PKS berhati suci. (asad) 
by : admin

PKSETIABUDI - DPRa PKS Guntur melaksanakan Jum'at Berkah di bawah koordinasi Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) pada hari Jum'at, 16 April 2021.

Jum'at Berkah ini dengan membawa 1 pack Kurma dan 1 botol Sirup. 

Tidak kurang dari 30 rumah di RT 014 dan RT 006 berhasil disisir ibu-ibu Relawan PKS dengan tepat sasaran. 

Insya Allah Jum'at Berkah akan berlanjut melihat antusias, senang dan kesediaan warga untuk menempel stiker do'a dengan gambar Anggota Legislatif PKS. (Sumiasih)

by : admin

PKSETIABUDI - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPRa PKS Karet Kuningan yang digawangi ibu Habibah melakukan Jum'at Berkah 16 April 2021 di RW 04 Kelurahan Karet Kuningan. 

Tanpa kenal lelah sambil mempersiapkan keperluan buka puasa di rumah mereka, ibu-ibu PKS membagikan hidangan berbuka puasa sekaligus silaturahmi dengan warga. 

Warga sangat antusias dengan pembagian hidangan berbuka puasa dengan bersedia ditempel rumahnya dengan stiker berisi do'a dengan gambar Anggota Legislatif dari PKS. (Ridwan)
by : admin
PKSETIABUDI - Alhamdulillah dengan izin Allah, DPRa PKS Karet Semanggi dapat bersilaturahim dengan Ketua Masjid Hidayatullah Bapak KH. Nawawi Hakam, Lc Jum'at, 9 April 2021.

Di tengah kesibukan selain sebagai Ketua Masjid, KH. Nawawi Hakam, Lc menjabat pula sebagai Ketua MUI Jakarta Selatan.

KH. Nawawi Hakam, Lc menyambut kami dengan ramah serta memberikan pesan-pesan penuh hikmah. "Luruskan niat, nawaitunye harus bener." ujarnya.

Selain itu beliau mengapresiasi kerja-kerja yang sudah PKS kerjakan buat masyarakat.

Silataturahim merupakan bagian dari upaya PKS untuk bersinergi dalam membangun Indonesia yang kuat dan bermartabat.

DPRa PKS Karet Semanggi akan terus mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.(A.Mughni)
by : admin



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Ikhwan akhwat fillah…

Para pengurus DPD, DPC, dan DPRa se-kabupaten Tasikmalaya yang saya cintai dan saya banggakan. Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT. Secara khusus saya secara pribadi karena pada hari ini Allah mentakdirkan saya berada ditempat ini yang mungkin dalam sejarah partai baru kali ini saya berdiri di seluruh jajaran pengurus sekabupaten Tasikmalaya dari DPD sampai dengan DPRa. Tapi mungkin dengan beberapa sudah pernah.Tapi ini adalah momen yang sangat luar biasa dan tadi saya begitu masuk sangat kaget juga ternyata sudah membludak sampai diluar. Tentu saya ingin bersama-sama antum sekalian mendoakan semoga shalawat dan salam Allah limpahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya sampai akhir zaman termasuk kita sekalian.

Ikhwan akhwat fillah…

Tadi sudah disampaikan oleh moderator maupun oleh ustadz Asep beberapa hal yang esensial dalam dakwah kita dan partai kita bahwa bagi kita berpartai itu adalah bukan semata-mata bentuk kekuasaan, bukan semata-mata menempatkan seseorang pada suatu posisi yang mungkin dipersepsi oleh orang selalu memberi kemudahan-kemudahan.Itu tidak kita pungkiri bahwa itu memang ada. Perjuangan kader-kader ini bukanlah untuk menempatkan seseorang pada posisi tertentu. Dalam platform PKS, politik dalam bahasa arab artinya siyasah, sais kalau kita mengendara delman, pengendalinya bernama "sais". Jadi politik bagi PKS adalah persoalan pengendalian. Apa yang dikendalikan?


SIYASAH

Pertama adalah Siyasah Dzatiyah

Dalam platform disebutkan bahwa pengendalian harus dimulai dari Siyasah Dzatiyah: pengendalian diri. Jadi kalau kita sudah bisa mengendalikan diri kita, maka dalam pandangan PKS kita sudah berpolitik. Jadi tidak perlu jauh-jauh berpolitik itu. Mengendalikan diri kita saja itu sudah berpolitik.

Kedua adalah Siyasah A'iliyah (siyasah usroh)

Yaitu pengendalian keluarga kita. Jadi kalau seorang ayah, ibu bisa membuat keluarganyasakinah mawaddah warahmah maka dia sedang berpolitik. Dalam pengertian pengendalian. Jadi antum semua ini sebetulnya sudah menjadi politisi semua, dalam pengertian PKS seperti itu.

Ketiga adalah Siyasatul Mujtama'

Yaitu bagaimana kita mengelola mengendalikan masyarakat supaya menjadi masyarakat yang baik dan tertib. Maka saya terus terang saja belakangan ini menerima kabar dan saya menjadi terharu, ini kejadiannya kebanyakan ada di DIY, itu kader-kader kita yang menjadi kepala desa/dusun sekarang banyak disana.Saya selalu mendengar kabar begitu ada kader yang menjadi kepala dusun. Luar biasa, karena posisi itu sekarang kurang diminati, namun kader kita ada yang mau menekuni. Bahkan ada seorang akhwat menjadi kepala dusun dengan suara aklamasi, karena dia diakui eksistensinya oleh masyarakat itu, jadi tidak perlu lagi ada kampanye. Kader-kader kita sudah berpolitik dalam pengertian PKS yaitu Siyasatul Mujtama'.

Terakhir adalah Siyasatul Daulah

Ini yang kita bayangkan, politik itu-itu saja. Jadi pertarungan memperebutkan bagaimana mengelola negara. Itu sebetulnya adalah tahap akhir. Sebetulnya bukan tahap akhir, nanti ada politik pengendalian dunia. Tapi dalam konteks kita sebagai bangsa itu adalah hak terakhir, karena itu tatibnya atau maratibul amal-nya. Jadi orang yang tidak berhasil mengendalikan dirinya, keluarganya tidak mungkin dia akan menjadi pejabat publik yang mampu mengendalikan negara.

Betapa mulianya berpolitik dalam pandangan kita yaitu Islam yang kemudian kita masukkan dalam platform PKS. Antum bisa baca agar antum semakin mantap bahwa kita bergerak di PKS ini bulan semata-mata untuk mendudukkan seseorang pada suatu posisi tapi kita punya tujuan yang sangat mulia.


VISI

Yang kedua ini untuk memperkuat hal tersebut, saya sering katakan bahwa di Indonesia bahkan dunia, mungkin PKS ini satu satunya partai yang mempunyai level 4 visi. Visi bukan hanya satu tapi empat. Visinya itu saja empat level.

Visi pertama adalah Visi Pengkaderan

Yaitu bersih, peduli, profesional. Itu sudah harus menjadi satu hal yang mendarah-daging dan terintegrasi dan itu sudah menjadi ciri partai dalam AD ART. Antum jangan kemudian mengatakan cinta, kerja, harmoni itu menggantikan, bukan. Cinta, kerja harmoni ini menjadi tagline menghadapi 2014, supaya antum tambah semangat. Bahwa antum bekerja dan bergerak itu berdasarkan cinta dan karena cinta tentu ingin berkorban dan bekerja demi masyarakat. Jika kader sudah memberikan cinta, memberikan satu bakti bekerja, insya Allah masyarakat akan harmoni. Tetapi visi pada level kader itu bersih, peduli, profesional.Silakan antum baca di AD/ART yang sudah kita serahkan ke KPU.

Visi kedua adalah Visi Kelembagaan

Menjadi partai dakwah yang kokoh dan transformatif untuk melayani bangsa. Jadi SDM-nya bersih, peduli, profesional itu kemudian akan menciptakan level kedua partai dakwah yang kokoh. Pertanyaan saya, mungkinkah partai kokoh akan tercipta kalau kadernya tidak bersih, tidak peduli dan tidak profesional. Tidak mungkin. Jadi kalau kita ingin mempunyai partai dakwah yang kokoh, maka harus berawal dari kebersihan kader-kadernya dan profesional dalam bekerja. Baru partai dakwah yang kokoh dan transformatif akan tercipta.

Visi ketiga adalah Visi Nasional (kebangsaan)

Jadi pembinaan, kelembagaan dan kebangsaan. Itu yang ditulis dalam platform PKS 25 tahun ke depan, mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat. Kita yakin, PKS yang kadernya bersih, peduli, profesional kemudian memang partainya kokoh dan transformatif. Berarti kalau kokoh tidak pernah ada gonjang ganjing dan saling sikut di dalam.Kemudian semuanya berbicara tentang transformatif: Ishlah dan ishlah yaitu perbaikan. Masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat itu insya Allah akan dapat diciptakan oleh PKS dan kader-kadernya.

Visi keempat adalah Visi Peradaban

Ini adalah sebuah cita-cita kita agar Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim terbesar di dunia menjadi guru peradaban dunia, menjadi penyokong peradaban dunia. Semua kita gaya-gayaan pakai hp, tapi buatan orang lain. Kita hanya pengguna saja, dan tidak pernah menciptakan teknologi baru. Kita tidak menyumbangkan apa apa pada peradaban dunia. Kita inginnya Indonesia yang sudah madani itu kemudian adil dan sejahtera dan bermartabat itu menjadi soko guru peradaban dunia. Teknologi baru itu nanti munculnya dari Indonesia. Ada pemikiran baru, lahirnya dari Indonesia (muslim Indonesia), itulah yang kita cita-citakan. Betul kata ustadz Asep tadi, terlalu mahal perjuangan kita jika cita-citanya terlalu cetek, menempatkan 43 BCAD dari Tasik. Tapi kita punya cita-cita besar. Ini harus menjadi sesuatu yang terus mengiang-ngiang dalam benak kita.

Ikhwah fillah…

Untuk itu semua, sebagai pengantar terakhir, saya menitipkan beberapa hal, pertama luruskan niat kita, apa benar saya bicara disini saya selalu lurus niat kita, yang tahu hanya diri kita, istri saja belum tentu tahu. Benar tidak niat kita masih lurus. Istri saja belum tentu tahu. Maka marilah kita terus menerus menyehatkan qalbu kita. Niat kita luruskan. Niat yang lurus itulah Inilah modal dalam pencapaian keempat level visi. Kalau tidak ada niat yang ikhlas dakwah ini bisa hancur. Saya sering mengatakan meskipun kita ini jamaah manusia, kenapa dakwah ini masih tetap tegak mungkin karena banyak orang-orang ikhlas disini dan kita tidak tahu siapa yang ikhlas disini, diri kitakah? antum semuakah? yang tahu hanya Allah SWT. Apakah otomatis yang duduk di DPR itu yang paling ikhlas? belum tentu, itu semua ada di tangan Allah SWT. Tugas kita adalah bagaimana betul-betul kita menata hati.

Kedua, rapatkan barisan. Jadi kokohkan barisan kita, seperti yang saya katakan bahwa kita harus betul betul menciptakan ukhuwah yang baik, jangan saling sikut, apalagi disampaikan ustadz Asep tadi mengenai sistem pemilu yang terbuka, proporsional terbuka yang otomatis suara terbanyak. Itu kan kalau tidak dikelola dengan baik maka perasaan yang baik dan ikhlas. Maka jangankan dengan partai lain, sesama kita saja bertarung. Ini saya tidak akan cerita dimananya. Namun ada diantara kita yang saling tempel-tempel foto. Foto kader kita ditempel sama foto kader kita juga. Ini kalau sudah begini, menurut saya, yang kasihan itu kader sendiri. Ternyata yang diberi amanah oleh kader itu justru tidak baik. Saya yakin di Tasikmalaya tidak ada. Maka tingkatkan ukhuwah. Maka PKS kemarin berjuang dengan sistem proporsional tertutup, sehingga tidak ada saling sikut.

Ketiga, bekerja, bekerja dan bekerja. Kita harus semakin mendekatkan diri pada masyarakat, jangan menjauh dari masyarakat. Tidak boleh jika masyarakat disana dan kita disini. Kita ini berasal dari masyarakat, bukan dari langit. Kita mendapatkan amanah jadi pimpinan bukan karena dari langit. Kita ini bersama mereka tadinya.Kita berbuat dan bekerja bersama mereka. Kita harus bersama mereka. Dalam konteks bekerja ini selain kita bekerja dengan baik dan bersama masyarakat. Ada satu hal yang ingin saya titipkan, Ustadz Asep mengatakan tantangan 2004, berita dari pusat dari 1999 sampai 2004 itu membuat kita bangga, aman-aman saja. Lalu 2009 kita mulai mendapat tantangan karena pertarungan ini semakin sengit. Karena kita sadar kita ini sedang berdakwah dalam menegakkan kebenaran, maka pertarungannya akan kuat.

Karena itu dalam bekerja harus perlu kalkulasi, harus menyadari kelemahan dan jangan sembrono dalam bekerja. Teman-teman kita ini karena punya HP, kadang-kadang obrolan apa saja disebar, niatnya sih bagus karena ingin bekerja dan menghemat tapi tidak pada tempatnya. Ini menjadi makanan empuk mangsa bagi orang-orang yang menginginkan PKS hancur. Harus hati-hati. Kita tidak punya kelemahan saja dicari-cari, apalagi kalau kita punya persoalan. Ada operasi cumi-cumi yang kerjaannya mencari-cari kesalahan orang. Pertama luruskan niat, rapatkan barisan, bagaimana antum membuat perencanaan matang dan bekerja. []


Sumber: Rangkuman orasi Ust. Shohibul Iman dalam Temu Kader se-Tasikmalaya
by : admin


pksetiabudi - Ungkapan terima kasih atas jerih payah marketer dan saksi Hidayat+Didik dalam Pilkada yang lalu, DPRa Pasar Manggis menggelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di sebuah gedung serba guna, Ahad (5/8).

Acara yang dipandu oleh Mursal berjalan cukup lancar dengan diawali tilawatul Qur’an oleh Zul Akmal. Ketua DPRa Pasar Manggis, Novrizal Koto dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada para kader, simpatisan, marketer, saksi dan warga yang telah memenangkan pasangan Hidayat+Didik dalam Pilkada yang lalu.

Khusus untuk marketer dan saksi Hidayat+Didik, Ketua DPRa Pasar Manggis secara simbolis menyerahkan bingkisan sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan mereka yang membantu secara ikhlas memenangkan Hidayat+Didik di Pasar Manggis.

Ustadz Firman yang memberikan ceramah menjelaskan, bahwa ketika kita berjuang dalam dakwah tidak ada kalah atau menang. Seperti dalam perang Uhud, diawal pasukan kaum muslimin dapat menerobos pertahanan pasukan kafir Quraisy. Dan, ketidak patuhan pasukan panah menjadikan sebaliknya. Secara kasat mata kita kalah, namun hakikatnya kaum muslimin menang, karena mereka menjadi syuhada serta dengan berimannya Khalid bin Walid.

Dalam Pilkada kemarin secara hitungan kita kalah, namun sekarang kita menang karena dua kandidat Cagub bersilaturahmi ke PKS. “Kita lupakan sejenak siapa calon gubernur kita, karena ini bulan Ramadhan, mari kita fokus untuk mengisinya sampai akhir.” tegasnya.

Selepas maghrib, santunan anak yatim pun menuntaskan pertemuan yang singkat, namun terjalin sungguh mesra dan indah.
by : admin



Jalan depan kelurahan Pasar Manggis macet. 10 metro mini, motor layanan PKS dan puluhan sepeda motor serta ratusan pendukung dan simpatisan Hidayat+Didik penuhi Jl. Bogor Lama, Ahad (1/7)

Bukan hanya kader yang mengabadikan moment bersejarah tersebut. Ada seorang bapak yang ikut mengabadikan suasana meriah di Jl. Bogor Lama. Bapak tersebut juga menanyakan jumlah bus dan jumlah peserta Rapat Akbar. Beliau juga menanyakan nama salah seorang kader yang tidak terlihat.

Beberapa kader menanyakan, siapa gerangan bapak tadi. Mereka, mungkin karena kesibukan tidak mengetahui dengan jelas siapa bapak tadi. Namun pada akhirnya, bapak tadi menghampiri para kader dan memperkenalkan diri sebagai PPL dan menanyakan Korlap rombongan Pasar Manggis.

Bang Udin dengan spontan menjawab sebagai Korlap dan berbicara panjang lebar. Dalam obrolan panjang, bapak tadi tidak menyinggung sedikitpun perihal aksi pendukung Hidayat+Didik. Beliau hanya mengingatkan, untuk jangan terlalu lama berhenti di Jl. Bogor Lama, karena dapat mengganggu pengguna jalan dan bisa membuat orang tidak simpati. “Saya dari dulu mendukung PKS”. tandasnya.
by : admin


Selepas isya, seluruh KoRW se-Setia Budi berikrar dukung bang Sani di kantornya, Sabtu (3/3)

Acara yang dipandu ustadz Amin Hamidi, S.Pd.I. Diawali taujih robbani pembacaan Al Qur’an oleh akhi Abdurrohman. Ketua DPC PKS Setia Budi ustadz Panca Hariawan, ST dalam sambutannya mengatakan, jelang Pemilukada 2012, para Korwe harus siap 24 jam dibangunkan karena SMS-nya berbunyi, untuk bekerja.

Fasilitator Pemenangan Pemilukada (FPP) Setia Budi ustadz Ir. Sugeng Sukardi secara simbolis memakaikan rompi dukungan bang Sani kepada seluruh ketua DPRa se-Setia Budi.

Rompi pun diserahkan kepada seluruh KoRW. Setelah para KoRW menggenakan rompi, dipandu Ketua DPC mereka berikrar untuk bekerja memenangkan bang Sani pada Pemilukada 2012.

Para kader dakwah yang ada di Setia Budi pun akhirnya berdo’a bersama, memasrahkan semuanya kepada Allah. Menang atau kalah bang Sani tidak menjadi persoalan, asal Allah memberikan yang terbaik untuk warga Jakarta.
Posted on : Sunday, February 26, 2012 [ 0 ] comments Label: , , ,

Galery Multaqo Kader

by : admin
by : admin



Jelang Pemilukada yang semakin dekat, DPC PKS Setia Budi adakan Multaqqo Kader di RM. Sederhana Pasar Rumput, Ahad (26/2).

Tepat pukul 10.00, acara dibuka Sekretaris Umum DPC PKS Setia Budi ustadz Amin Hamidi, S.Pd.I. Acarapun berlanjut dengan tilawah Al Qur’an oleh Ustadz Muhamad Ridwan serta sambutan FPP (Fasilitataor Pemenangan Pemilukada) Setia Budi ustadz Sugeng Sukarni. Dalam sambutannya beliau mengatakan, penunjukkan dirinya sebagai FPP bukan atas kemaunnya, melainkan oleh DPW. “Namun, untuk Setia Budi saya sudah tidak asing lagi, karena dahulu saya pernah mengantar sapi, dan terlepas sampai Kedutaan Besar Malaysia,” kenang Sugeng. (cerita selengkapnya)

Ketua DPC PKS Setia Budi ustadz Panca Hariawan, ST memandu acara Multaqo Kader Setia Budi dengan taujih Ustadz DR. Muqodam, MA.

DR. Muqodam dalam taujihnya memaparkan pentingnya kesiapan seluruh kader yang ada di Setia Budi dalam mendukung penuh Bang Sani di Pemilukada 2012. Setiap kader wajib mematuhi semua arahan dan instruksi qiyadah (pimpinan) yang telah memutuskan cagub dan cawagub di DKI. “Apapun hasilnya, setiap kader harus mentaatinya,” tegas beliau.

Selepas do’a oleh ustadz Salman serta shalat dzuhur berjama’ah, santap siang dengan menu yang sederhana pun menjadi pamungkas acara.
by : admin


pksetiabudi – Mimpi yang telah menjadi kenyataan, demikianlah ungkapan dari Tim Media DPC PKS Setia Budi yang sukses mengadakan Pelatihan 1 Jam Membuat Website di Kantor DPC PKS Setia Budi pada hari Ahad (19/2).

Hujan yang mengguyur Setia Budi sejak subuh, tidak menyurutkan langkah dan tekad untuk menuntut ilmu dunia maya. Berdasarkan absen digital yang diakses sebelum latihan dimulai, 25 orang hadir menjadi peserta pelatihan dari seluruh DPRa yang ada di DPC PKS Setia Budi.

Sebagai pengantar, Muhamad Rovi memperkenalkan sekilas asal muasal internet, dan istilah-istilah yang berhubungan dengan internet. Dan, dari survey yang diambil ketika absen digital 53% kader Setia Budi ternyata terbiasa dengan internet. Yang menakjubkan adalah 67% akses internetnya adalah di rumah.

Namun, untuk website atau blog, kader Setia Budi hanya 20% pernah bersinggungan dengan blog. Inilah rahasia tersembunyi mengapa mereka tertarik untuk mengikuti pelatihan.

Cara membuat blog melalui blogspot disampaikan Abdul Rachman. Tidak hanya mengetahui cara melalui teori, peserta pun diajak langsung praktek. Tahap demi tahap, dari membuat email, mengganti template sampai merubah menjadi domain yang berbayar pun peserta mempraktekkannya langsung.

Dengan kader mengenal internet dan terbiasa dengan website, sebenarnya ada tugas besar untuk para kader. Dalam Pengantar Kehumasan, Suherman menjelaskan panjang lebar tentang humas. Humas bukanlah sebagai tukang mengantar surat atau pemberi jarkom. Humas yang sengguhnya berfungsi untuk membentuk citra atau image yang baik di masyarakat luas. Humas memberikan informasi yang cepat dan hangat tentang situasi terbaru, termasuk perubahan opini di masyarakat.

Puaskah, atau selesaikah sampai disini ? Ternyata, seluruh peserta tidaklah puas dengan Pelatihan 1 Jam Membuat Website dalam satu hari. Ini sejalan dengan Sekretaris Umum DPC PKS Setia Budi ustadz Amin Hamidi, S.Pd.I yang mengatakan tidak hanya cukup pelatihan sekali. Pelatihan kali ini di luar dugaan, dari target peserta 15 orang ternyata 25 orang. “Kita akan usahakan pelatihan ini berkelanjutan sebulan sekali untuk liqo’ - an media.” Tegas beliau.
by : admin


pksetiabudi – Diawali dari milis, bahwa DPC PKS Setia Budi bermimpi mengadakan Pelatihan 1 Jam Membuat Website, dan pada akhirnya menjadi kenyataan pada hari Ahad 19/2.

Di milis banyak yang mau ikut pelatihan itu, walau kami katakan itu semua adalah mimpi. Mimpi itu sedikit panjang, kurang lebih 2 bulan. Hampir saja mimpi itu menjadi bunga tidur saja.

Pada saat Rapat Bidang-Bidang dengan BPH, Tim Media DPC PKS Setia Budi yang masih berada di bawah Sekretaris Umum memberanikan diri mengajukan mimpinya untuk mengadakan Pelatihan 1 Jam Membuat Website. Gayung pun bersambut, Ketua DPC ustadz Panca Hariawan, ST memberikan dukungan. Beliau mengatakan, “Jika ini untuk kebaikan Setia Budi dan kadernya, saya pribadi akan mendukungnya.”

Di rumah ustadz Amin Hamidi, S.Pd.I selaku Sekretaris Umum DPC inilah mimpi itu selangkah menjadi kenyataan. Beliau dan Tim Media DPC merumuskan semuanya, dari teknis dan non teknis, dari yang terbesar sampai yang terkecilnya, dari yang rumit sampai yang termudahnya.

Menunggu 19 Februari 2011 terasa lama buat Tim Media DPC PKS Setia Budi. Sedikit pesimis pun menghantui kami dengan jumlah peserta. Tim Media DPC pun mengadakan rapat persiapan.

Akhirnya, mimpi itu pun menjadi kenyataan. Setia Budi yang diguyur hujan sejak subuh, membuat Ustadz Amin Hamidi tidak menyangka peserta bisa sebanyak itu, apalagi Tim Media DPC. Dengan pontang-panting, kami mempersiapkan segala sesuatunya.

Kantor DPC pun penuh sesak menjadi sejuk, saat AC mulai dihidupkan. Wi fi yang terkoneksi di dalam ruangan DPC pun berjalan cukup cepat, walau hampir semua peserta mengaksesnya.

Dengan cukup sabar, Tim Media DPC memandu peserta yang kesulitan mempraktekkan membuat blog. Berbagi peran dan fungsi, itu yang Tim Media DPC lakukan. Menjadi narasumber, peliput, pemandu peserta, sekaligus panitia.

Kesemuanya ini menjadi pelajaran buat kita, agar jangan takut bermimpi. Teknologi yang ada kini, berawal dari mimpi. Nabi Yusuf AS pun bermimpi sebelas bintang dan matahari sujud padanya, dan mimpinya menjadi kenyataan, Nabi Yusuf AS menjadi pemimpin bangsa Mesir.

Namun, janganlah mengandalkan mimpi saja. Do’a kepada Allah SWT harus senantiasa terpanjatkan, begitu pula berikhtiar, berusaha agar mimpi itu menjadi kenyataan.